Tadabbur Alam di Kaki Gunung Lawu: Pondok Pesantren Tahfizh Alam Qur’an Sukses Gelar Rihlah & Camping 2026
KARANGANYAR — Pondok Pesantren Tahfizh Alam Qur’an kembali menggelar agenda tahunan Rihlah Santri 2026 dengan mengusung konsep tadabbur alam dan kebersamaan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam tersebut dilaksanakan di kawasan Watu Gambir Park, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah.
Diikuti oleh para santri beserta para asatiz dan pengasuh pesantren, kegiatan perkemahan ini menjadi sarana untuk melepas penat dari rutinitas muraja’ah harian, sekaligus mempererat ukhuwah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui keindahan alam lereng Gunung Lawu.
Menyatu dengan Alam, Menjaga Hafalan
Rangkaian kegiatan dimulai sejak kedatangan rombongan di lokasi perkemahan. Suasana udara sejuk pedesaan dan pemandangan hijau Watu Gambir Park menyambut kedatangan para santri yang antusias mendirikan tenda-tenda perkemahan bersama tim kelompok masing-masing.
Meski berada di alam terbuka, aktivitas syiar Al-Qur’an tetap menjadi roh utama kegiatan. Halaqah Al-Qur’an dan agenda muraja’ah (mengulang hafalan) dilaksanakan secara terbuka di atas hamparan rumput, tepi danau, hingga di pendopo area perkemahan. Suara lantunan ayat suci yang bersahutan dengan gemericik air dan angin sepoi-sepoi menciptakan suasana khusyuk yang hangat.
Outbound, Api Unggun, dan Renungan Malam
Sore harinya, para santri diajak mengikuti berbagai permainan edukatif dan outbound berregu yang melatih kekompakan, kepemimpinan, serta kerja sama tim. Gelak tawa dan semangat kepanduan tampak jelas dari wajah para santri saat menyelesaikan setiap tantangan.
Memasuki malam hari, suasana berubah hening dan syahdu. Acara dilanjutkan dengan Tadabbur Malam di sekitar api unggun. Di bawah langit malam Karanganyar, para santri mendengarkan tausiyah motivasi tentang pentingnya menjaga niat dalam menghafal Al-Qur’an serta tadabbur ayat-ayat kauniyah (alam semesta). Kegiatan malam ditutup dengan shalat Tahajud berjamaah dan doa bersama di pelataran alam terbuka.

Penyegaran Diri Sebelum Kembali ke Pesantren
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan Shalat Subuh berjamaah, senam pagi bersama, dan sarapan. Sebelum berkemas kembali ke pondok, para santri memanfaatkan waktu untuk menikmati fasilitas alam Watu Gambir Park, mulai dari bermain air di area aliran sungai jernih hingga berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.
Seluruh rangkaian Rihlah Santri 2026 ditutup dengan operasi semut (resik-resik area camp) untuk memastikan kelestarian lingkungan Watu Gambir Park tetap terjaga sebelum rombongan kembali ke pesantren dengan semangat baru.

