Pengajian Akbar: Merawat Syukur agar Tidak Kufur, Penutup Penuh Makna 1 Dekade Yayasan Alam Qur’an
Ponorogo — Ahad, 25 Januari 2026
Rangkaian peringatan 1 Dekade Yayasan Alam Qur’an resmi ditutup dengan Pengajian Akbar yang berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan ini menjadi ruang muhasabah bersama, menundukkan hati untuk kembali menyadari nikmat serta amanah yang telah Allah titipkan sepanjang perjalanan yayasan.
Pengajian Akbar ini menghadirkan KH. Ayyub Ahdian Syam, S.H. sebagai penceramah utama dengan mengangkat tema “Merawat Syukur agar Tidak Kufur.” Tema tersebut mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya menghitung nikmat, tetapi juga menjaga dan menghidupkannya dalam sikap, perilaku, serta pengabdian sehari-hari.
Dalam kajiannya, KH. Ayyub Ahdian Syam menyampaikan bahwa syukur bukan sekadar ucapan lisan, melainkan kesadaran batin yang diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah dan kesungguhan dalam menjalankan amanah. Beliau menegaskan bahwa nikmat yang tidak dirawat dengan syukur perlahan dapat melahirkan kelalaian, rasa cukup terhadap diri sendiri, hingga lupa bahwa segala yang dimiliki sejatinya hanyalah titipan.
Beliau juga mengingatkan bahwa kufur nikmat tidak selalu hadir dalam bentuk penolakan secara terang-terangan, melainkan sering muncul melalui sikap mengabaikan tanggung jawab, menunda kebaikan, serta mengeluhkan keadaan tanpa disertai ikhtiar. Oleh karena itu, merawat syukur berarti menjaga kerendahan hati, menerima setiap proses, dan terus berusaha menebar manfaat meskipun dalam keterbatasan.
Di hadapan jamaah, KH. Ayyub Ahdian Syam mengajak untuk menjadikan syukur sebagai energi penggerak kehidupan:
syukur yang melahirkan keikhlasan dalam berjuang,
syukur yang menumbuhkan kesabaran dalam menghadapi ujian,
serta syukur yang menguatkan istiqamah dalam pengabdian.
Pengajian ini dihadiri oleh para pengurus yayasan, asatidz, santri, wali santri, serta masyarakat umum. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan terasa kuat, mengikat hati dalam satu kesadaran bahwa perjalanan Yayasan Alam Qur’an bukan semata tentang usia, melainkan tentang amanah yang terus bertambah besar dan harus dijaga dengan penuh rasa syukur.
Sebagai penutup rangkaian milad, Pengajian Akbar ini menjadi pengingat bahwa langkah ke depan harus dilandasi oleh hati yang bersyukur, niat yang lurus, serta komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap peran dan perjuangan.
